Menu

Robert Rene Alberts Sangat Kecewa Atas Kepemimpinan Iwan Sukoco

 

Asci2016.com – Robert Rene Alberts sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Iwan Sukoco selepas tim asuhannya bermain seri 1-1 melawan Mitra Kukar yang menjadi tuan rumah di di Stadion Aji Imbut, Senin (24/4) malam WIB.

PSM lebih dahulu mencetak gol lewat gol Ridwan Tawainella pada menit ke-22. Tapi eksekusi penalti yang di algojoi Marclei Santos ketika pertandingan akan selesai menjadikan PSM gagal untuk mendapatkan poin penuh.

“Pertandingan yang menarik seperti yang kami perkirakan. Mereka menurunkan pemain mahal mereka. Permainan cukup berimbang, tapi PSM tampil lebih baik. Kami seharusnya bisa mendapatkan gol lebih banyak sebelum adanya penalti yang layak diragukan itu. Seharusnya kami pantas mendapatkan tiga poin,” tutur Robert Alberts.

“Menurut saya, wasit seharusnya bisa berbuat lebih baik lagi. Dia terlalu cepat mengeluarkan dua kartu kuning di awal laga, tapi pelanggaran yang dilakukan tim lain tidak menghasilkan kartu.”

Hal yang sama pun diungkapkan oleh Robert Alberts, bek Zulkifli Syukur beranggapan jika kinerja wasit pada sepanjang babak pertama sangat mempengaruhi performa Juku Eja di paruh kedua.

“Teman-teman bisa lihat permainan kami dirusak wasit. Setelah babak kedua, permainan berubah. Memang ada kejadian di kotak penalti, tapi itu bukan sebuah pelanggaran. Seharusnya hasil [Senin] malam ini untuk PSM,” kata Zulkifli.

CEO PSM Munafri Arifuddin juga melontarkan kecaman terhadap wasit tersebut. Bagi dirinya PSSI dan PT Liga Indonesia Bersatu (LIB) haruslah mengevaluasi kinerja wasit secara keseluruhan.

“Ini sangat berbahaya terhadap sepakbola Indonesia ketika wasit tidak punya kemampuan mumpuni dalam memimpin. Wasit selalu merenggut paksa kemenangan tim. Entah apa motif dari semua itu, independensi wasit harus dipertanyakan,” cetus Munafri.

“Harapan kami sebagai pemilik klub sangat besar dari janji ketua umum PSSI y‎ang katanya menjamin wasit sudah jauh dari pengaruh eksternal. Tapi apa yang diperlihatkan wasit Iwan Sukoco memperlihatkan arahan ketua umum PSSI hanya isapan jempol semata.”

“‎Operator liga dan PSSI harus cepat turun tangan mengevaluasi keadaan ini. Kami tidak ingin menjadi korban lagi. Apakah kami harus terus pasrah menerima ini? Atau kami yang harus menghakimi dengan cara kami sendiri?”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *