Menu

Roy Hodgson Kecam Budaya Pemecatan di Premier League

 

 

Asci2016.com – Mantan pemain sepak bola berkewarganegaraan Inggris yang saat ini menjadi manajer klub Crystal Palace, Roy Hodgson, mengkritik budaya pemecatan di Premier League, menjelang pertemuan dengan sesama tim yang juga sedang kesusahan, West Ham, di akhir pekan.

Bekas bos Inggris itu dipilih jadi manajer baru di Selhurst Park bulan lalu selepas Frank de Boer digeser selepas cuma lima laga di awal musim.

Palace bakal meladeni West Ham pada Sabtu nanti, dengan harapan dapat mendapatkan kemenangan dan menjauhi zona degradasi, namun bos Hammers, Slaven Bilic,juga pada kondisi yang terpojok.

Sempat terdapat spekulasi yang menuturkan Bilic bakal didepak jika skuatnya tak berhasil menang atas sesama klub London, walau sebelumnya dirinya sempat membawa klub untuk menaklukan Tottenham 3-2 di Piala Liga.

Hodgson Yakin jika menentukan nasib seorang manajercuma dengan menilai hasil di beberapa laga bukanlah sesuatu yang realistis.

“Apakah anda bertanya pada saya apakah saya bisa mengerti bahwa anda hanya mendapat dua pertandingan untuk menyelamatkan diri anda? Tidak, saya tidak mengerti,” tuturnya di FFT.

“Para manajer selalu dianggap tak cukup bagus untuk menangani sebuah tim, atau tidak bagus sama sekali. Nasib akan membawa anda memenangkan pertandingan atau kalah, sesederhana itu. Nasib seorang manajer ditentukan oleh hal semacam ini, dan saya tidak bisa mengerti.”

“Klub harusnya tahu apakah seorang manajer merupakan pria yang tepat untuk pekerjaannya, dan menerima bahwa nantinya akan ada satu periode di mana tim bisa terus menang atau mungkin kalah beberapa kali.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *