Menu

Hanif Sjahbandi Sesali Pelanggaran Kasarnya ke Ichsan

Hanif Sjahbandi Sesali Pelanggaran Kasarnya ke Ichsan

Hanif Sjahbandi Sesali Pelanggaran Kasarnya ke Ichsan

Asci2016.com – Saat Arema FC melawan Bhayangkara FC pada pertandingan final Grup E Piala Presiden 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa 30 Januari 2018, yang berakhir dengan skor kacamata hingga babak kedua berakhir.

Hanif Sjahbandi melakukan pelanggaran dengan mentekel kasar pemain muda Bhayangkara, T.M Ichsan di menit ke-37 menjadi perhatian. Pelanggaran itu membuat Ichsan sempat terhempas lalu terjatuh di tengah lapangan.

Ichsan mengalami cedera parah di engkel kiri dan tidak bisa melanjutkan pertandingan dan digantikan oleh Wahyu Subo Seto. Krena hal tersebut Hanif mendapatkan reaksi keras dari beberapa pemain Bhayangkara.

Bahkan Marinus Manewar sempat memukul kepala Hanif sebagai bentuk protes terhadap tekel yang dilakukan olehnya. Simon McMenemy pelatih Arema mengkritik tekel horor tersebut dengan memprotes wasit dan Hanif sendiri.

Mereka berharap wasit memberikan hukuman lebih berat daripada kartu kuning. Namun Joko Susilo pelatih Arema memberikan pembelaan denhan mengatakan langsung ke Hanif di ruang ganti setelah kejadian tersebut. Joko Susilo ingin mengetahui Hanif itu melakukan tindakan keras tersebut dengan sengaja atau tidak.

“Hanif sudah menyampaikan kalau tidak ada niatan untuk mencederai lawan. Hanif dalam kondisi berlari untuk mengambil bola. Wasit juga sudah memberikan hukuman kartu kepadanya,” kata Joko Susilo.

Hanif terlihat menyesal yang terlihat dari raut mukanya tampak gelisah saat melihat Ichsan harus ditandu keluar. Melihat sang gelandang mulai tidak nyaman di lapangan, Joko Susilo menggantinya dengan Agil Munawar pada babak kedua.

“Dalam pertandingan tensi keras, semua hal bisa terjadi. Tapi kan sudah ada wasit di lapangan. Kalau pemain kami kasar, sudah ada hukuman yang diberikan langsung oleh wasit. Jadi semua wajar,” kata mantan pelatih Akademi Arema itu.

Hanif dikenal bukan pemain yang sering melakukan pelanggaran keras. Tapi bisa jadi dalam pertandingan lawan Bhayangkara FC, ia terbawa suasana. Dikarenakan, Bhayangkara FC perlukan kemenangan untuk lolos ke babak 8 besar Piala Presiden 2018. Sedangkan Arema FC hanya minimal butuh hasil imbang karena sudah unggul produktivitas gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *